Latar Belakang

Seni sebagai olah kreatif dan estetik mewujud dalam berbagai bidang turunannya baik itu yang bersifat visual maupun pertunjukan (teater, tari, musik). Begitu pula desain, yang berhibrida dengan beragam disiplin lain menurunkan berbagai kategori desain (komunikasi visual, produk, interior, engineering, fashion, interaction, game, dan lain sebagainya). Seni dan desain sebagai entitas budaya visual (visual culture) dalam realitas zaman sekarang telah akrab dan berkembang dalam laju percepatan teknologi, industri, trend, dan pasar global (global market). Berbagai laju percepatan tersebut saling berkaitan dan keniscayaan bagi seni dan desain untuk berinovasi dengan mengedepankan keotentikan (authenticity) dan keberlanjutan (sustainability). Seni dan desain dalam kancah global market tidak semata dimaknai sebagai persaingan pasar ‘produk’, namun juga dalam konteks percaturan wacana dan tegangan identitas.

Di pihak lain, seni dan desain dalam konteks Indonesia (nation) dibingkai dalam realitas multikultural yang diyakini sebagai modal sosio-kultural yang sulit ditemukan pada bangsa lain. Latar belakang etnik, budaya, dan geografis merupakan sumber kearifan lokal bernilai tinggi yang harus dipertemukan dengan globalitas. Keberagaman dan keunikan budaya bangsa Indonesia harus dijadikan sebagai subjek, dan sekaligus dilihat sebagai peluang untuk mengembangkan industri kreatif.

Hal itu gayut dengan salah satu butir dari Sembilan Agenda Prioritas (Nawa Cita) dalam program besar pemerintah, yaitu “meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.” Daya saing merupakan keunggulan terhadap pesaing yang diperoleh dengan memberikan nilai dan manfaat lebih besar kepada konsumen. Memasuki pasar global adalah kesadaran kompetisi yang sesungguhnya, membutuhkan strategi yang jitu dalam menghadapi kompetitor-kompetitor dari berbagai aspek. Salah satu strategi tersebut adalah positioning, yang bila diterjemahkan bukan sekadar menempati suatu posisi kompetitif, tetapi lebih pada strategi bagaimana kita melihat potensi internal sebagai pondasi yang kuat dan kompetitor (outward looking) sebagai peluang.

Seni dan desain Indonesia memiliki banyak peluang yang dapat menjadi arahan dalam pasar global, baik di bidang art market, industri, teknologi, informasi, budaya, sosial dan lainnya. Sudah selayaknya masing-masing memiliki positioning yang tepat, memiliki orientasi yang jelas untuk meraih objektivitas yang diharapkan. Berbagai realitas yang diuraikan di atas menunjukkan bahwa perlunya menggagas konsep, strategi, dan implementasi positioning seni dan desain Indonesia dengan visi global. Memiliki visi global berarti adaptif terhadap; (1) berbagai perubahan dan peluang dalam ranah Internasional, (2) strategi pemasaran global yang efektif, dan (3) ancaman pesaing asing. Mewujudkan visi global dalam seni dan desain Indonesia tentu membutuhkan sinergi dari berbagai aspek. Setidaknya ada beberapa pilar penting yang patut diperhatikan antara lain, pendidikan, creativepreneurship, teknologi, kreativitas, lintas disiplin, crossing boundaries, budaya, dan masyarakat.