Latar Belakang

Inovasi mengantar umat manusia merambah kehidupan baru yang belum pernah dibayangkannya. Fakta demikian membuat inovasi tak bisa diabaikan jika sebuah komunitas bangsa ingin bangkit meraih kemajuan. Menumbuhkan semangat nasionalistik bisa dilakukan dengan mengembangkan sistem inovasi nasional secara berjejaring dan terintegrasi.

Mewujudkan kemampuan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa, sejatinya dapat memainkan peran untuk menyemaikan tradisi inovasi. Untuk membangun tradisi inovasi ada sejumlah persoalan yang musti diatasi dari pangkalnya. Sebab, riset tidak hanya berkaitan dengan ilmu pengetahuan, infrastruktur, dan keuangan. Variabel kebudayaan, sosiologis, dan mentalitas juga memiliki pengaruh yang besar. Ketiga hal itu bahkan kerap lebih sulit diatasi karena kompleks dan bersifat irreversible.

Kebangkitan nasional yang berbasis inovasi hanya mungkin terjadi jika perguruan tinggi memberi kontribusi. Agar tradisi riset terus berkembang, peran perguruan tinggi tidak boleh diabaikan. Bahkan tren menunjukkan, perguruan tinggi menjadi pemain terdepan. Riset berbasis praktik merupakan isu yang penting untuk ditelaah oleh akademisi. Penelitian di bidang seni dan desain tidak hanya melalui riset teoretis yang berhenti pada publikasi imliah saja, namun juga melalui praktik berkarya untuk menghasilkan karya yang berimplementasi langsung di masyarakat dan industri. Riset berbasis praktik merupakan realitas yang menuntut keharusan untuk bekerja secara interdisiplin, menargetkan optimasi, dan menghargai pengetahuan dan pengalaman (tacit knowledge). 

Inovasi bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan kalau mau bertahan bahkan menjadi yang terdepan di era persaingan seperti saat ini. Tanpa inovasi, kita akan kehilangan momentum untuk meningkatkan kualitas kehidupan yang tentunya berimplikasi pada kesejahteraan manusia.